MISI

BIDANG KEMANUSIAAN

  1. Peningkatan ekonomi masyarakat. Secara umum kelompok target kegiatan Yayasan adalah masyarakat desa di sekitar kawasan konservasi yang taraf kehidupannya masih terbilang rendah. Terutama masyarakat lokal, kemampuan mereka untuk mempertahankan kebutuhan hidup mereka masih juga rendah dalam prosedur birokrasi;
  2. Keikutsertaan masyarakat dalam pengambilan kebijakan. Meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan masyarakat sehingga mampu berperan aktif dalam setiap pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan yang mempengaruhi hidup dan kehidupan mereka.
  3. Pelibatan kaum perempuan. Kaum perempuan di sekitar kawasan konservasi mempunyai posisi penting di tingkat desa. Mereka selain berperan sebagai konsumen bisa juga berperan sebagai produsen. Sebagai konsumen kaum perempuan menikmati hasil mata pencarian suami. Sedangkan sebagai produsen kaum perempuan berkontribusi terhadap ekonomi keluarga. Kegiatan Yayasan akan mengikut sertakan kaum perempuan dalam kegiatan ekonomi berbasis konservasi.

Bidang Lingkungan dan Sumber Daya Alam

Pertahanan ekosistem dan perlindungan keanekaragaman hayati jangka panjang. Tujuan utama Yayasan adalah membantu mempertahankan ekosistem  dan melindungi keanekaragaman hayati Indonesia. Hal ini akan berdampak positif terhadap lingkungan, terutama perlindungan tangkapan air yang akan mengurangi erosi, pencemaran air dan kebanjiran. Disamping itu, dampak positif lingkungan lainnya berupa pengurangan kebakaran hutan serta pengurangan pelepasan karbon. 

TIM KAMI

Badan Pengurus

Dudi Rufendi

Ketua

Sejak tahun 1990 aktif di bidang pengelolaan sumber daya alam, dimulai dengan proyek pengelolaan pengembangan Taman Nasional Kerinci Sebla di Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Kemudian dilanjutkan di proyek Kerinci Seblat Integrated Conservation Development BEF-IBRD Bank Dunia, proyek konservasi gajah Sumatera di Riau sebagai perencana konservasi, penghubung LSM untuk advokasi tata ruang Riau, program rehabilitasi dan restorasi hutan, pelibatan perusahaan sebagai pendukung proyek rehabilitasi hutan, dan perbaikan habitat untuk spesies yang terancam punah.

Berdasarkan pengalaman tersebut, keahlian yang ada saat ini adalah pengelolaan sumber daya alam, fasilitator untuk pengembangan masyarakat dan pengembangan kerjasama dengan LSM, rehabilitasi dan restorasi hutan, pelibatan perusahaan dan penggalangan dana untuk rehabilitasi hutan termasuk ekosistem lahan gambut, dan perbaikan habitat.

Beberapa kegiatan di bidang organisasi:

  • Ketua Pengurus Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo sejak 2006.
  • Pengurus Komunitas Konservasi Indonesia KKI WARSI Jambi, sejak Maret 2007 – Januari 2014.
  • Ketua Pengurus Yayasan Palka Agra Hayati Pekanbaru sejak Juni 2020.

M. Nur Anam

Wakil Ketua

Pemangku jabatan ini mempunyai motivasi tinggi dan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja serta menjawab semua perubahan yang terjadi di lingkup pekerjaan.  Dengan ketrampilan profesional dan teknis yang  dia punyai  di bidang pengembangan program dan monitoring dan pengalaman kerja lebih dari 10 tahun di proyek berkaitan dengan konservasi dan pembangunan, maka program serupa akan bisa dikembangkan untuk merespon tantangan yang ada. Dia juga mempunyai pendekatan logis dan berbasiskan konservasi dan pembangunan yang diperlukan oleh Yayasan PALKA, dan bisa menjaminkan bahwa kegiatan yang dirancang mempunyai dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan.   

Pengalaman kerja :

– Direktur YASA/Yayasan Alam Sumatera , Pekanbaru, 2000

– Konsultan DISPORA untuk pengembangan wisata di Indragiri Hulu, 2001

– WWF Riau Technical Support Coordinator, 2008

– Direktur PT Alam Bukit Tigapuluh, Konsesi Restorasi di Jambi, 2012

Yuyu Arlan

Wakil Ketua

Petugas Senior Teknis Lapangan yang terampil, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam meningkatkan rencana pengelolaan konservasi, mengelola Hutan Bernilai Konservasi Tinggi, dan merencanakan program pembangunan yang mendukung perlindungan ekosistem di seluruh kabupaten di Provinsi Riau.

Memanfaatkan pengalamannya yang luas dalam proyek konservasi dan pembangunan terpadu, ia berperan penting dalam memastikan kegiatan pembangunan di bawah kendalinya dilaksanakan dengan pendekatan dan metode partisipatif. Selain itu, beliau memiliki pengalaman dalam organisasi desa, Sistem Scorecard untuk pengembangan hutan tanaman industri, dan audit untuk EMS / Dampak Lingkungan dan persyaratan hukum untuk aspek lingkungan dan pemberdayaan.

Badan Pembina

Dr. M. Ridwansyah, S.E., M.Sc.

Ketua

MUHAMMAD RIDWANSYAH adalah seorang profesional dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dengan pengetahuan luas tentang pengelolaan sumber daya alam. Posisinya saat ini adalah Penasihat Teknis Senior Program Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan Bank Dunia di Indonesia.

Empat tahun sebagai Kepala Ekonom Kantor MCA-Indonesia selama 2013-2018. Mengambil gelar Ph.D. di bidang Ekonomi Pertanian (Institut Pertanian Bogor, 2007); M.Sc dalam Ekonomi Alam dan Lingkungan (Departemen Ekonomi Pertanian, Universitas Filipina Los Banos, Filipina, 1999); dan BA dalam bidang Ekonomi (Universitas Jambi, 1990).

Melanjutkan perjalanan belajarnya di beberapa program non-gelar yang meliputi: pada tahun 2015, Ekonomi Perubahan Iklim, di Hanoi Vietnam; pada tahun 2014, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai Dasar Tata Kelola Hutan Lokal yang Berkelanjutan dan Mitigasi Perubahan Iklim, di Negara Bagian Federal Hessen, Jerman; pada tahun 2014, Economic Analysis and Monitoring & Evaluation, MCC University, Washington DC, USA; 2013, Seminar Kepemimpinan Georgetown (GLS), Universitas Georgetown, AS. Dalam dunia akademik dan penelitian, dia adalah profesor madya di Universitas Jambi.

Saat ini mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Universitas Jambi, Universitas Prasetya Mulya, Universitas Islam Syarif Hidaytullah, Jakarta dan Universitas Tri Sakti. 

Terpilih sebagai dosen berprestasi tingkat nasional (2010). Artikel dan bukunya telah diterbitkan di penerbit nasional dan internasional.

Anwar Purwoto, MSc.

Anggota

Anwar Purwoto telah menyelesaikan gelar Magister Manajemen Lingkungan di Griffith University, Brisbane – Australia, pada tahun 1993. Sebelumnya, dia adalah pegawai Pemerintah Indonesia selama lebih dari 25 tahun, baik untuk pemerintah pusat maupun provinsi, dan kemudian menghabiskan lebih dari 10 tahun bekerja di LSM.

Sebagai pegawai pemerintah, ia bekerja dengan Kementerian Kehutanan di berbagai bidang, antara lain konservasi, produksi hingga masalah dan kebijakan sosial / kemasyarakatan, program dan perencanaan pembangunan. Ia juga pernah bekerja untuk WWF Indonesia sebagai Direktur Program Hutan, Spesies dan Air Tawar dan juga sebagai Direktur Program Sumatera dan Kalimantan dengan tugas pokok mengelola program terestrial dan keterlibatan pemerintah, khususnya dengan pemerintah pusat di bidang terestrial.

Sejak Agustus 2018, ia bekerja untuk IUCN SSC sebagai Koordinator Badak Sumatera di Indonesia. Ia adalah focal point utama IUCN SSC untuk mengelola Proyek Penyelamatan Badak Sumatera di Indonesia, mengkoordinasikan semua Mitra Proyek, mendapatkan izin proyek, dan mengawasi pelaksanaan kegiatan proyek bersama dengan mitra pemerintah.

Dr. Fachrudin Mangunjaya

Anggota

Ahli Lingkungan, Penulis dan Dosen Senior Sekolah Program Pascasarjana Universitas Nasional, Ketua Pusat Kajian Islam Universitas Nasional, Rekan Pembawa Acara Pemimpin Iklim. Visiting Fellow, Institute of Islamic Understanding Malaysia (IKIM) 2018-2019. Lulus sebagai sarjana dari Fakultas Biologi Universitas Nasional (UNAS) di Jakarta, dan gelar master di bidang biologi konservasi di Universitas Indonesia, dan PhD dari Program Pasca Sarjana Pengelolaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam (PSL), Institut Pertanian Bogor .

Tim penyusun Deklarasi Islam untuk Perubahan Iklim Global, Istanbul (2015). Ia tertarik membawa agama untuk membantu tujuan konservasi. Salah satu aktivis lingkungan terkemuka di dunia Muslim dan terpilih sebagai salah satu dari empat Pejuang Lingkungan Muslim.

Anggota Kelompok Penasihat Yale Forum Agama dan Ekologi (2020-sekarang), dan anggota Masyarakat Internasional untuk Studi Agama Alam dan Budaya (ISSRNC), jurnalis lingkungan dan kolumnis. Anggota Advisor dari SiagaBumi (Environment and Interfaith in Indonesia), anggota United Planet Faith and Science Initiative (UPFSI). Anggota IUCN-WCPA Specialist Group in Cultural and Spiritual Values ​​of Protected Area (2018-sekarang), Penasihat dan Pendiri Borneo Lestari Foundation, Kalimantan Tengah. Advisory Flight Foundation (2017-sekarang) dan SIAGA BUMI, Dewan Pembina (Penjaminan) Yayasan Kehati (2019-sekarang), Advisory Council Interfaith Rainforest Initiative (IRI) -Indonesia (2020-sekarang). Ia juga menjabat sebagai editor eksekutif Majalah TROPIKA Indonesia Conservation International Indonesia (2003-2010). Ia adalah konsultan independen untuk beberapa institusi seperti UNDP (2012-2014), UNEP dan Organisasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Islam ISESCO, Rabat, Marocco (2018-2019).

Editor dan Penulis 27 buku dan bab buku: seperti Konservasi Alam Dalam Islam –Nature Conservation in Islam (YOI, 2005; 2nd edition 2019), Hidup Harmonis Dengan Alam (Living Harmoniously with Nature), -YOI 2006, Menanam Sebelum Kiamat ( co Editor), – (YOI 2007), Editor Fiqh al Biah (Fikih Lingkungan), (INFORM 2005) Bertahan Di Bumi: Gaya Hidup Menghadapi Perubahan Iklim (YOI 2008) dan beberapa buku anak: Keluarga Gajah, Orangutan Pesta Buah Durian dan Kancil Milenium. Khazanah Alam: Menggali Tradisi Islam untuk Konservasi (YOI 2009), Islam Peduli Lingkungan, Modul untuk SMK / SMK / Aliyah, Agus Rahmah, Asep Hilman Yahya dan M Abdullah Darrasz (Ed) (Ma’arif Institute Jakarta). Mempertahankan Keseimbangan: Perubahan Iklim, Keanekaragaman Hayati, Pembangunan Berkelanjutan dan Etika Agama (YOI 2015).

Badan Pengawas

Sunarto, PhD

Anggota

Pengalaman lapangan mempelajari dan melestarikan satwa liar, termasuk Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Badak, Orangutan, Beruang dan Burung, di berbagai tempat di Indonesia dan luar negeri. Bersama tim mempublikasikan temuan penelitiannya di berbagai outlet termasuk jurnal ilmiah (seperti PLoS ONE 7 (1), Oryx 47 (2)), strategi dan pedoman konservasi, serta berbagai materi populer untuk menjangkau masyarakat umum. Karya-karyanya telah ditampilkan di berbagai media termasuk National Geographic dan BBC. Bersekolah di institusi pendidikan di Indonesia, Inggris Raya, dan Amerika Serikat. Ia memperoleh gelar PhD di bidang Ilmu Satwa Liar dari Virginia Tech, AS, pada tahun 2011. Sebagai anggota dari IUCN Specialist Groups for Cats, Asian Rhino, dan Asian Elephant. Dia ikut mendirikan dan saat ini menjabat sebagai anggota dewan penasihat untuk Forum Harimau Sumatera; dan penasehat Forum Konservasi Gajah Indonesia. Untuk SCB-Indonesia Chapter, Sunarto menjabat sebagai Board Member.